Pemanfaatan Limbah Bambu Menjadi Asap Cair sebagai Pengawet Alami pada Struktur Kayu

lady dian ridolf, Sinar Perbawani Abrina Anggraini, Maria Odelia Gani, Tio Noviadi

Abstract


Kualitas kayu yang semakin menurun mengakibatkan keresahan bagi masyarakat terutama para pengrajin kayu dan industri karet. Hal ini dikarenakan, semakin banyaknya penggunaan bahan pengawet kayu yang membahayakan kesehatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengawetkan kayu, yaitu melalui pemanfaatan limbah pertanian atau biomassa seperti bambu dengan proses pirolisis. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kualitas asap cair dengan limbah bambu sebagai pengawet alami kayu. Pada penelitian dilikakukan proses pirolisis dan pemurnian asap cair dari bambu menggunakan reaktor pirolisis pada kondisi operasi optimum dimana panjang pipa penghubung kondensor yang digunakan adalah 43 cm pada suhu 250ºC selama 1,5 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen asap cair yang diperoleh dari  masing-masing pipa penghubung kondensor 43 cm adalah 19,5 dengan  nilai pH dan fenol 2,43 dan 1,15%.

Kata kunci: Asap cair; pengawet alami; rendemen asap cair; pH dan fenol.

ABSTRACT

The quality of the wood that declining result in unrest for the public especially the craftsmen of wood and rubber industry. This is because, more use of wood preservatives that endanger health. One of theways that can be done to preserve the wood, namely through the utilization of agricultural waste or biomass such as bamboo by pyrolisis. The purpose of this research was to determine the quality of liquid smoke with bamboo as a preservative atural waste wood. Research on the pyrolysis is done and liquid smoke purification of bamboo pyrolysis reactor using on optimum operating condirions where the length of the connecting pipe condenser used is 43 cm at a temperature of 250 ºC  for 1.5 hours. The results of this study showed yield liquid smoke obtained from each of the connecting pipes of the condenser is 19.5 cm 43 with the pH and the phenol 2,43 and 1,15%.


Keywords


liquid smoke; natural preservative; yield liquid smoke; pH; phenol

Full Text:

PDF

References


Darmadji, P. 1995. Produksi asap cair dan sifat fungsionalnya [Laporan Penelitian]. Yogyakarta: Fakultas Teknologi Pertani-an, Universitas Gadjah Mada

CIFOR dan Indonesia. 2012. “Kemitraan untuk Hutan dan Manusia”. Pusat Penelitian Kehuanan Internasional (CIFOR). Bogor Indonesia.

Kasmudjo, 2010, “Buku Ajar Mata Kuliah hasil Hutan Non Kayu”, Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.

Komarayati S dan Santiyo Wibowo. 2015. “Karakteristik Asap Cair dari Tiga Jenis Bambu (Characteristics of Liquid Smoke from Three Bamboo Species)”. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 33 No. 2. Bogor.

Herliyana EN, Noverita, Lisdar IS. 2005. “Fungi pada Bambu Kuning (Bambusa vulgaris schard var. vitata) dan Bambu Hijau (Bambusa vulgaris schard var vulgaris) serta Tingkat Degradasi yang diakibatkannya”. Jurnal Teknologi Hasil Hutan 18(1): 2-10.

Widya. 2006. “Bambu Indonesia” tersedia pada bamboe Indonesia, Word-press.com (Diakses pada tanggal 10 Juni 2017).

Taufik Hidayat, Qomaruddin. 2015. “Analisa pengaruh temperatur pirolisis dan bahan biomassa terhadap kapasitas hasil pada alat pembuat asap cair”, Prosiding SNST ke-6, p.29-34, Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Girard, J.P. 1992. Smoking in Technology of Meat Products. New York: Clermont Ferrand, Ellis Horwood.

Abdul,dkk.2007. Karakterisasi Asap Cair Hasil Pirolisis Sampah Organik Padat (Characterization of Liquid Smoke Pyrolyzed From SolidOrganicWaste).(http://www.repository.ipb.ac.id/). [online] diakses 19 Agustus 2108.

Kausa. A. 2012. Analisa Kualitas Asap Cair dari Bagas, Blotong, Sekam Padi dan Jerami Padi. Laporan Penelitian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Tranggono, S., B. Setiadji, P. Darmadji, Supranto, dan Sudarmanto. 1997. IdentifIkasi asap cair dari berbagai jenis kayu dan tempurung kelapa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan 1(2): 15-24

Demirbas, A. 2005. “Pyrolysis of ground beech wood in irregular heating rate conditions”. Journal of Analytical Applied and Pyrolysis 73:39-43.

Elssy, E, Olga Dasilva Martins. 2015. “ pemanfaatan tongkol jagung dan sekam padi menjadi asap cair menggunakan proses pirolisis.” [Laporan penelitian]. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Prananta, J. 2007. Pemanfaatan sabut dan tempurung kelapa serta cangkang sawit untuk pembuaatan asap cair sebagai pengawet makanan alami. [Skripsi]. Teknik Kimia Universitas Malikussaleh. Lhoksumawe

Akbar, Awhu, Rio Paindoman, Pamilia Coniwanti. 2013. “Pengaruh Variabel Waktu dan Temperatur Terhadap Pembuatan Asap Cair dari Limbah Kayu Pelawan (Cyanometra Cauliflora)”. Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No.1. Palembang.

Yulistiani, R.1997. Kemampuan Penghambatan Asap Cair terhadap Pertumbuhan Bakteri Pathogen dan Perusak Pada Lidah Sapi [Tesis]. Yogyakarta: Program Pasca-sarjana, Universitas Gadjah Mada.

Haji, A.G., Mas’ud, Z. A., Lay, B. W., Sutjahjo, S.H. dan G. Pari (2012). Karakterisasi asap cair hasil pirolisis sampah organic padat. Journal.ipb.ac.id / index.php / jurnaltin / article / view / 4252 / 2890 [10 November 2012 ]. Bogor.

Pujilestari, T.2010. Analisa Sifat fisika Kimia dan anti bakteri asap cair cangkang kelapa sawit untuk pengawet pangan. Samarinda. JRTI Vol. 4, N0. 8.




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/reka%20buana.v3i2.964

Article metrics

Abstract views : 48 | views : 22

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats