OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI DKI JAKARTA MELALUI CUKAI KENDARAAN BERMOTOR

Dwiki Ananto Yudo

Abstract


This paper aims to examine the source of PAD through motorized vehicle excise tax which can increase regional income in DKI Jakarta. Based on data published by the Badan Pusat Statistik (BPS) of DKI Jakarta Province, in 2015 the number of motor vehicles in DKI Jakarta was 18,668,056 units. From these data it is seen that the potential for regional revenues from motorized vehicles, so that local governments can maximize public services. This paper uses literature study research methods, by analyzing existing data in books, journals, and research institute publications. Based on the results of the study, it can be concluded that the Regional Government of DKI Jakarta may apply the imposition of vehicle excise tax to optimize local revenue through PAD, because there are negative externalities resulting from motor vehicles circulating on roads in the DKI Jakarta area.


Keywords


locally-generated revenue; excise duty; motor vehicle.

Full Text:

PDF

References


Asadi. (2016). Extensification Strategy on the Implementation of PP No 46 Year 2013 to Increase the Revenue of Income Tax (VAT) from the Taxpaters of Small and Medium Enterprises in Malang. Jurnal Referensi: Ilmu Manajemen dan Akutansi. 4(2), 38-44.

Asia Pasific Tax Forum. (2015). Reformasi Cuka: Kasus ASEAN. Jakarta. IPMI International Busiess School.

Badan Pusat Statistik. (2019). Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis, 1949-2017. Diakses pada 12 Februari 2019, dari: https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1133

Darwanto & Yustikasari. (2007). Pengruh Pertumbuhan Ekonomi, Pedapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Makasar. Simposium Nasional Akuntansi.

Elmi, B. (2002). Keuangan Pemerintah Daerah Otonom di Indonesia. Jakarta. UI Press.

Gadjong, A.A. (2007). Pemerintahan Daerah Kajian Politik dan Hukum. Ciawi Bogor.

Ghalia Indonesia.

INDEF. (2016). Optimalisasi Penerimaan Perpajakan. Jakarta.

Kaho, J.R. (2012). Analisa Hubungan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Jakarta. Rineka Cipta. Edisi Revisi Cetakan Ketiga.

Kaho, J.R. (2017). Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia: Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Otonomi Darah. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada. Cetakan Ke-11.

Mukoffi, A., & Wibisono, S.H. (2016) The Influence of Application Justice Value of Government Rule Number 46 2013 Towards the Obligation of Tax Payer in Micro and Middle Enterprise in Malang. Jurnal Referensi: Ilmu Manajemen dan Akutansi. 4(1), 1-8.

Nasution, F.A. (2009). Pemerintah Daerah dan Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah. Jakarta. PT Sofmedia.

Nurcholis, H. (2007). Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Jakarta. Grasindo.

Pertiwi, L.D. (2007). Efisiensi Pengeluaran Pemerintah Daerah Di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 2.

Putra, G. (2007). Analisis Alokasi Belanja Pelayanan Publik Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pontianak 2003-2005. Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah; Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Riduansyah, M. (2003). Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Guna Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah (Studi Kasus Pemerintah Daerah Kota Bogor). Makara, Sosial Humaniora Vol 7 No 2.

Sebayang, A.F. (2005). Kinerja Kebijakan Fiskal Daerah Di Indonesia Pasca Krisis. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 10 No 3.

Siahaan, M.P. (2005). Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta. Grafindo.

Sukriy, A., & Halim, A. (2006). Studi Atas Belanja Modal Pada Anggaran Pemerintah Daerah Dalam Hubungannya Dengan Pemeliharaan dan Sumber Pendapatan. Jurnal Akuntansi Pemerintah Vol 2 Nomor 2.

Sutandi, A. (2007). Evaluasi Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dan Sumber Daya Alam (Studi Kasus Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2004). Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah; Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Tarigan, A. (2005). Urgensi Penguatan Keuangan Daerah Suatu Tinjauan Terhadap Regulasi Daerah dan Implikasinya Dalam Penyediaan Pelayanan Publik. Jurnal Perencanaan Pembangunan Edisi 04.

Wahyuni, D.E. (2007). Akuntabilitas Birokrasi Publik: Potret Dari Pertanggungjawaban Administratif dan Politik. Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah; Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Waluyo. (2011). Perpajakan Indonesia. Edisi 10. Jakarta. Salemba.

Yunasman. (2007). Manajemen Keuangan Daerah: Suatu Tinjauan Era UU No. 5/1974, Era UU No. 22/1999, Dan Era UU No. 32/2004. Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah; Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Anggraini, Y & Purwanto, B.H. (2010). Anggaran Berbasis Kinerja; Penyusunan APBD Secara Komprehensif. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/ref.v7i2.1493

Article metrics

Abstract views : 113 | views : 45

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi