Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhadap Bilangan Bulat, Operasi dan Sifat-Sifatnya

Ratnah Kurniati, Ruslan Ruslan, Hisyam Ihsan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) miskonsepsi yang dialami siswa SMP Negeri 2 Sungguminasa terkait dengan bilangan bulat, operasi dan sifat-sifatnya, dan 2) faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi-miskonsepsi tersebut. Dalam penelitian ini digunakan 38 siswa sebagai subjek penelitian yang kemudian diseleksi dengan tes uraian untuk menentukan siswa mana yang mengalami miskonsepsi. Selanjutnya, setelah terpilih beberapa siswa yang mengalami miskonsepsi berbeda-beda, peneliti melakukan wawancara untuk menelusuri faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi yang ada. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Miskonsepsi yang dialami subjek penelitian dalam menyelesaikan soal bilangan bulat, operasi dan sifat-sifatnnya adalah dalam: a) membandingkan nilai bilangan bulat, b) penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, c) perkalian dan pembagian bilangan bulat, d) operasi campuran, e) menyederhanakan persamaan linear satu variabel, dan f) memahami sifat distributif. (2) Penyebab miskonsepsi ini adalah: a) kecenderungan siswa yang mengartikan bilangan yang bernilai lebih besar akan berada lebih jauh dari nol, b) kesalahpahaman dalam memahami aturan “bilangan negatif dikali bilangan negatif hasilnya bilangan positif”, c) kesalahpahaman dalam memahami fungsi tanda negatif, d) kecenderungan siswa yang menyamakan operasi pembagian sebagai pengurangan atau operasi operasi penjumlahan sebagai perkalian, d) kesalahpahaman dalam mengaplikasikan sifat komutatif, dan e) kesalahan dalam memahami aturan distributif, dimana siswa mengalikan semua bilangan yang ada tanpa memperhatikan letak tanda kurung.

Keywords


Miskonsepsi, Bilangan Bulat, Operasi, matematika, SMP

Full Text:

PDF

References


Allen, G. D. (2007). Student Thinking: Lesson 1. Misconceptions in Mathematics. Departement of Mathematics: Texas A&M University. Diakses pada 4 April 2012 dari http://www.math.tamu.edu/~snite/MisMath.pdf

Allen, G.D. (2006). Student Thinking. Diakses pada 6 Februari 2013 dari http://mtc.tamu.edu/9-12/M2_9-12.pdf

Bofferding, L.C. (2011, May). Expanding the numerical central conceptual structure: first graders’ understanding of integers. Stanford University. Diakses pada 22 Oktober 2012, dari https://stacks.stanford.edu/file/druid:hk239ky7693/negative-numbers%20[for%20online%20submission]-augmented.pdf.

Kilhamn, C. (2011). Making Sense of negative numbers. Diakses pada 4 April 2012, dari https://gupea.ub.gu.se/bitstream/2077/24151/1/gupea_2077_24151_1.pdf

Lovell, S. (2004). Pupils’ Misconceptions in Mathematics. Diakses pada 26 November 2012 dari http://myweb.tiscali.co.uk/annotations/content/maths_misconceptions.pdf

Purtadi, S. & Permana, L.S. (n.d.). Analisis Miskonsepsi Konsep Laju dan Kesetimbangan Kimia pada Siswa SMA. FMIPA : UNY. Diakses pada 18 Oktober 2012, dari situs http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Makalah%20Semnas%20MIPA%20-%20Analisis%20Miskonsepsi%20Konsep%20laju%20dan%20Kesetimbangan%20Kimia_0.pdf

Subhan. (2009). Analisis Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Uraian Berbentuk Cerita pada Bidang Studi Matematika. Diakses pada 9 Oktober 2012, dari situs http://blog.tp.ac.id/wp-content/uploads/7185/download-

Tirtaraharja, U. & Sulo, S.L.L. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.


Article metrics

Abstract views : 8 | views : 14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Inteligensi