PEMILIHAN PROSES PENGADAAN BAHAN BAKU JAHE MERAH KERING DALAM MEMPRODUKSI BANDREK INSTAN DALAM KEMASAN; THE USE OF DRIED RED GINGER AS RAW MATERIAL IN PRODUCINGINSTANT BANDREK

Levina Maharani, Endah Djuwendah

Abstract


Bandrek Hanjuang merupakan minuman kemasan khas dari Jawa Barat yang sudah dipasarkan baik di dalam negeri maupun internasional. Perubahan manajemen pada perusahaan ini berdampak pada peningkatan penjualan produk yang dihasilkannya. Disisi lain, keterbatasan lahan yang dimiliki membuat perusahaan belum mampu memastikan ketersediaan bahan baku seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap bahan baku tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha produksi bandrek menggunakan dua alternatif pengadaan bahan baku jahe merah yaitu memproduksi sendiri atau membeli dari luar menggunakan analisis R-C Rasio. Penelitian dilakukan di CV. Cihanjuang Inti Teknik dari bulan Maret-September 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan informasi secara sistematis dan akurat mengenai objek penelitian serta menganalisis berdasarkan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan jumlah pendapatan yang sama, proses produksi dengan alternatif pengadaan jahe merah dengan memproduksi sendiri memiliki nilai R/C yang lebih tinggi dibandingkan dengan membeli dari luar. Hal ini menunjukkan bahwa proses produksi dengan alternatif pengadaan jahe merah dengan memproduksi sendiri memiliki biaya produksi yang lebih rendah sehingga memiliki keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, proses produksi dengan alternatif pengadaan jahe merah dengan memproduksi sendiri dinilai lebih layak untuk direalisasikan. Kata kunci : bandrek, jahe merah, kelayakan usaha, pengadaan bahan baku, R/C rasio Bandrek Hanjuang is a special instant drink from West Java which has been in the national and international market. However, due to the increase of demand, the company was not be able to provide the dried red ginger as raw material, due to the limited resources. The aim of this research is to analyze the properness of bandrek production using two ways of making; self-producing or buying from other party using analysis ratio R-C. This research was conducted in CV. Cihanjuang Inti Teknik from March to September 2015. The method used in this research is qualitative descriptive method; that is; a research which is conducted to give systematic information concerning the object of the research and to analyze from the obtained data. The finding of this research showed that with equal income, self-producing of dried red ginger had higher R/C value compared to buying from other party. This illustrates that the self-producing required lower production cost, therefore the company is able to get higher income. In conclusion, self-producing of dried red ginger is likely more preferable to be conducted. Keywords : bandrek, red ginger, properness, raw material making, R/C ratio

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2015. MEA 2015 Bisa Ubah Anvaman Jadi Peluang.Jakarta: metrotvnews.com. (Diakses pada 11 Juni 2015)

Sofwan Arief, Ferry. 2015. Empat Kelompok UKM Ini Siap Hadapi MEA. Bandung: Sindonews.com (diakses pada 5 Juni 2015)

Sofwan Arief, Ferry. 2015. Tiga Sektor Unggulan Jabar. Bandung: Pikiran Rakyat

Suprapto. 2012. Karakteristik, Penerapan, dan Pengembangan Agroindustri Hasil Pertanian di Indonesia. Bogor: Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Badan Litbang Pertanian

Yamit, Zulian. 2011. Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: Ekonisia


Article metrics

Abstract views : 83 | views : 145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Levina Maharani, Endah Djuwendah

Editorial Office :
Fakultas Ekonomi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur
Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522