Implementasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Pupuk Kompos Dengan Metode Takakura Pada Masyarakat Desa Jombok, Kabupaten Malang

Astri Sumiati, Debora Budiyono, Yanti Rosdiana, Hendra Kurniawan, Astutik Astutik

Abstract

Mitigasi dampak lingkungan dari limbah domestik memerlukan pendekatan partisipatif dari masyarakat. Limbah organik, sebagai komponen utama sampah rumah tangga, memiliki potensi untuk diolah melalui teknik komposting yang praktis. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, baik pengetahuan maupun keahlian, komunitas dalam mengonversi limbah organik menjadi kompos bernilai. Kegiatan ini diimplementasikan di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 30 anggota dari Gabungan Kelompok Cabai sebagai mitra. Metode intervensi yang digunakan meliputi edukasi, peragaan teknologi pengolahan limbah organik, pelatihan budi daya cabai, serta distribusi pupuk. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Hasil evaluasi mengindikasikan adanya peningkatan signifikan pada kapabilitas mitra dalam praktik budi daya cabai dan pemanfaatan limbah organik domestik untuk produksi kompos.

Keywords

cabai; Desa Jombok; kompost; sampah; teknologi

Full Text:

PDF

References

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2022. Laporan Nasional Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). KLHK. Jakarta.

Wahyono, S dan Sahwan, F.L. 2013. Pengelolaan Sampah Organik dan Pemanfaatannya. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Universitas Diponegoro.

Purwanto. 2015. Pengelolaan Sampah Terpadu: Konsep dan Penerapannya. Graha Ilmu.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik: Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Kanisius.

Pranata, A.S. 2010. Pupuk Organik Cair: Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka.

Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N.M., dan Hultink, E.J. 2017. The Circular Economy-A new sustainability paradigm?. Journal of Cleaner Production, 143:757-768.

Wibowo, S. 2016. Budi Daya Cabai Unggul: Hibrida, dan Non-Hibrida. Penebar Swadaya.

Kirchherr, J., Reike, D., dan Hekkert, M. 2017. Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, Conservation and Recycling, 127:221-232.

Astuti, W dan Arifin, Z. 2018. Peran Bank Sampah dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Kualitas Lingkungan (Studi Kasus Bank Sampah "Berkah" di Kota Malang). Jurnal Ekonomi Pembangunan, 16(1), 45-56.

Hidayat, A dan Purnomo, S. 2019. Efektivitas Pelatihan Komposting Skala Rumah Tangga dalam Mereduksi Sampah Organik di Perkotaan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2): 315-322.

Murbandono, L. 2009. Membuat Kompos. Penebar Swadaya.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zulaikha, S dan Puspitasari, F. 2021. Sosialisasi dan Pelatihan Pengomposan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Metode Takakura di Desa Sukorejo. Jurnal Abdimas, 7(2):112-119.

Gallagher, K.D. 2003. Integrated production and pest management (IPPM) in farmer field schools (FFS): A training manual. FAO, Regional Office for Asia and the Pacific.

Knowles, M.S. 1984. Andragogy in Action: Applying Modern Principles of Adult Learning. Jossey-Bass.

Rogers, E.M. 2003. Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.

Putnam, R.D. 2000. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.

Mubarak, S dan Sari, D.A. 2020. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1):56-63.

Indriani, Y.H. 2011. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.