AGROINDUSTRI KAKAO UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI DI KABUPATEN KONAWE

Rayuddin Rayuddin

Abstract


Tujuan inovasi agroindustri kakao adalah menerapkan teknik fermentasi biji kakao dengan menggunakan kotak fermentasi yang didesain khusus guna meningkatkan kualitas biji kakao pada usahatani kakao rakyat, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan petani kakao. Nilai ekonomi produk kakao rakyat masih dominan diperoleh dari produk primer menyebabkan perolehan pendapatan per satuan unit produk usahatani kakao tergolong relatif rendah. Nilai tambah komoditas kakao dapat diperoleh masyarakat dengan cara melakukan fermentasi biji kakao dalam proses pasca panen kakao. Masalahnya adalah bagaimana meningkatkan kualitas biji kakao dalam proses pascapanen menjadi produk biji kakao fermentasi yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani kakao. Teknik fermentasi kakao dilakukan dengan cara: (a) biji kakao basah dimasukkan kedalam kotak fermentasi ukuran 30x30x30 cm (p.l.t) selama 48-27 jam, (b) pembalikan dan pengadukan biji kakao, (c) pengontrolan suhu biji kakao minimal 52 derajat celsius, (d) pencucian biji kakao, (e) pengeringan biji kakao, serta (f) penyimpanan dan pengemasan biji kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produk biji kakao fermentasi dapat meningkatkan harga jual kakao kualitas fermentasi (52,17 persen) dan meningkatkan nilai pendapatan usahatani kakao rakyat sebesar Rp 23.268.000,00.-/ha per tahun dalam masyarakat perkebunan.


Keywords


Agroindustri Kakao, Fermentasi, Pendapatan, Masyarakat Perkebunan

Full Text:

PDF

References


BPS Provinsi Sultra, 2010. Sulawesi Tenggara Dalam Angka BPS Sultra. Kendari.

http://www.deptan.go.id/pedum2018/.../2.2%29pedoman-UFBK.pdf. Diakses 13 April 2018.

http://ditjenbun.deptan.go.id/bbp2tpsur/teknologi–fermentasi–untuk-meningkatkan-kualitas-biji-kakao-indonesia. Diakses 13 April 2018.

https://www.tribunnews.com Diakses 2 Agustus 2018.

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011. Diakses 27 Mei 2018.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19470/.../chapter%2018.pdf. Diakses 14 April 2018.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24809/chapterII.pdf. Diakses 14 April 2018.

Mangunwidjaya D, dan I Sailah, 2009. Pengantar Teknologi Pertanian. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 2004. Panduan Lengkap Budi Daya Kakao. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Saragih, B. 2011. Suara Dari Bogor: Membangun Sistem Agribisnis. Bogor: Sucofindo.

Soekartawi. 1990. Teori Ekonomi Produksi. Jakarta: Rajawali.

Sri Mulato, Sukrisno Widyotmo, Misnawi, Edy Suharyanto. 2010. Petunjuk Teknis Pengolahan Produk Primer dan Sekunder Kakao. Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/optima.v3i2.1756

Article metrics

Abstract views : 82 | views : 51

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rayuddin Rayuddin

Editorial Office :
Fakultas Ekonomi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur
Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522