DINAMIKA MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA DESA WISATA HALAL SETANGGOR: KEPERCAYAAN, JARINGAN SOSIAL DAN NORMA

Vidya Yanti Utami

Abstract


Penelitian ini dilatari konteks ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Setanggor di Kabupaten Lombok Tengah. Hasil panen yang biasa mengalami penurunan tiap kali terjadi musim kemarau karena sawah-sawah tidak bisa ditanami menyebabkan sebagian besar penduduk laki-laki yang memiliki mata pencaharian sebagai petani hanya menganggur. Melihat potensi besar yang dimiliki oleh Desa Setanggor, Ida Wahyuni seorang anggota masyarakat Desa Setanggor, mempelopori dengan memanfaatkan modal sosial yang ada pada masyarakat Desa Setanggor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat dan dampak yang dirasakan bagi masyarakat Desa Setanggor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat yang dimiliki oleh masyarakat Desa Setanggor mampu mengatasi permasalahan yang terjadi. Berhasilnya pemberdayaan yang terjadi di Desa Setanggor menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dikemas menjadi Desa Wisata Halal. Keberhasilan Setanggor dalam memberdayakan masyarakatnya, melalui sejumlah dinamika modal sosial. Modal sosial yang ditemui tersebut berupa kepercayaan, jaringan sosial dan norma.

This research is motivated by economic problems that occur in community of Setanggor Village, Central Lombok Regency. Yields that are usually reduced during the dry season because the fields cannot be planted, so that most of the male population who have a livelihood as farmers are just unemployed. Seeing the great potential possessed by Setanggor Village, Ida Wahyuni as a Setanggor Village community pioneered by utilizing the existing social capital in the Setanggor Village community. This study aims to determine the dynamics of social capital in community empowerment and the impact for the community of Setanggor Village. The results showed that the social capital owned by the community of Setanggor Village was able to solve the problems that occurred. The successful empowerment that occurred in Setanggor Village created a new economic activity that was packaged into a Halal Tourism Village. The success of Setanggor Village in empowering the community, through some dynamics of social capital. The found social capital in the form of trust, social networks and norms.

Keywords


Modal Sosial; Kepercayaan; Jaringan Sosial; Pemberdayaan Masyarakat; Desa Wisata

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. 2010. Researh Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.

Field, J. 2010. Modal Sosial (Alih bahasa dari bahasa Inggris oleh Nurhadi). Bantul: Kreasi Wacana.

Fukuyama, F. 2002. Trust: Kebijakan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. Yogyakarta: Penerbit Qalam.

Miles, M. B, Huberman, A. M, dan Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publication. Terjemahan Tjetjep Rohidi, UI-Press.

Satria, Dias. 2008. Modal Manusia dan Globalisasi: Peran Subsidi Pendidikan. Faculty of Economics Brawijaya Malang.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. CV. Alfabeta: Bandung.

Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Strauss, A & Corbin, J. 2003. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syahyuti. 2008. Peran Modal Sosial (Social Capital) dalam Perdagangan Hasil Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi Volume 26 No.1, Juli 2008.

Vipriyanti, N. U. 2007. Analisis Keterkaitan Modal Sosial dan Pembangunan Ekonomi Wilayah: Studi Kasus di Empat Kabupaten di Bali (draf disertasi). Bogor. Sekolah Pascasarjana Sosiologi (S3) Universitas Negeri Makassar.

_____________. 2011. Modal Sosial dan Pembangunan Wilayah. Malang: UB Press.

Winarni, I. 2011. Keterkaitan Antara Modal Sosial dengan Produktivitas pada Sentra Bawang Merah di Kecamatan Pangelangan Kabupaten Bandung. Tesis. Jakarta: Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia Salemba.

Yuliarmi N. 2011. Peran Pemerintah, Lembaga Adat Dan Modal Sosial Dalam

Pemberdayaan Industri Kecil Dan Menengah (Studi Pada Industri Kerajinan Di Provinsi Bali). Disertasi. Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Brawijaya, Malang.

Yustika, Ahmad Ernani. 2008. Ekonomi Kelembagaan, Definisi, Teori dan Strategi. Malang: Banyumedia Publishing.

___________________. 2013. Ekonomi Kelembagaan, Paradigma, Teori dan Kebijakan. Jakarta: Penerbit Erlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/rfr.v10i1.1604

Article metrics

Abstract views : 337 | views : 153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Vidya Yanti Utami


Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Unitri Press Universitas Tribhuwana Tungga Dewi 
p-ISSN : 2088-7469 | e-ISSN:  2407-6864

Jl. Telaga Warna Tlogomas Malang
Powered by Open Journal System