Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Infeksi Nifas

Tut Rayani Aksohini Wijayanti, Rani Safitri

Abstract


Infeksi nifas merupakan salah satu penyebab kematian maternal di Indonesia.Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama.Banyaknya penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pemakaian antibiotik. Pemakaian antibiotik yang terus menerus ini menimbulkan resistensi dan efek samping terapi. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Flavonoid, saponin, tanin, asam format, sulfur, kalsium oksalat, kalsium oksalat dan kalium sitrat merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh. Flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan, antidiabetes serta antibakteri terhadap Escerichia coli dan Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas ekstrak daun belimbing wuluh terhadap Staphylococcus aureus yang dikenal sebagai bakteri penyebab infeksi nifas dengan melihat terbentuk atau tidaknya diameter zona hambat.Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Sebagai kontrol positif digunakan clindamycin dan kontrol negatif digunakan Na.CMC. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa kontrol negatif tidak memiliki diameter zona hambat. Diameter rata – rata zona hambat daun belimbing wuluh pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% yaitu 7 mm, 9,67 mm dan 14,67 mm dan kontrol positif 17 mm.Kesimpulan yaitu daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Sehingga ekstrak daun belimbing dapat dikembangkan sebagai pengobatan dalam infeksi nifas.

Keywords


Aktivitas Antibakteri; averrhoa bilimbi L; infeksi nifas; staphylococcus aureus

Full Text:

PDF

References


Ardananurdin, A., Winarsih, S., Widayat, M. (2004). Uji Efektivitas Dekok Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Salmonella typhi In Vitri. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Vol XX. No 1, 30-34

Aryantini, D., Sari, F., Juleha. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Terstandar Flavonoid Dari Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L). Jurnal Wiyata. Vol 4. No 2. 143-150

Brooks, GF., Butel, JS., Morse, SA. (2005). Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbilogy, 25th Ed. Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick, & Adelberg, Edisi 23,

Candra, D.S., Shapna, S., Sumon, R., & Sheikh, S.H.(2011).Antibacterial and cytotoxic activities of methanolic extracts of leaf and fruit parts of the plant Averrhoa bilimbi (Oxalidaceae), American Journal of Scientific and Industrial Research, 2 (4), 531-536.

Grundmann, H., Sousa, MAD., Boyce, J., Tiemersma, E. (2006). Emergence and Resurgence of Meticillin-Ressistant Staphylococcus aureus As A Public Health Threat. Lancet, 368 (9538): 874-885

Guidice, P Del., Bes, M., Hubiche, T., Blac, V., Lina, G., Vandenesch, F., Etienne. J. (2011). Clinical manifestations and outcome of skin infections caused by the community-acquired Methicillin-resistant Staphylococcus aureus clone ST80-IV. Journal of the European Academy of Dermatologt and Venerology.

Huriwati Hartanto, dkk (penterjemah).(2010). Jakarta: EGC, hal. 225-232

Jasmine, R., Selvakumar, B.N., Daisy. (2007). Saponins from Eugenia jambolane with Antibacterial Activity Against Beta-Lactamase Producing Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Pakistan. Research Journal of Medicinal Plant (1): 1-6

Kurniawaty, E., Lestari, EE. (2016). Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebagai Pengobatan Diabetes Melitus. Majority; Vol 5. No. 2,

Mursito B.(2002). Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Jantung. Jakarta: Penebar Swaday; 47-48. 7

Nuria, MC., Faizatun, A., Sumantri. (2009). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, dan Salmonella typhi ATCC 1408. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian; Vol 5. No 2, 26 – 37

Nurkusuma, DD. (2009). Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada Kasus Infeksi Luka Pasca Operasi di Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang. Tesis. Program Pascasarjana Magister Ilmu bedah Universitas Diponegoro, Semarang

Zakaria, Z. A., Zaiton, H., Henie, E. F. P., Mat Jais, A. M., & Zainuddin, E. N. H.(2007).In vitro Antibacterial Activity of Averrhoa bilimbi L. Leaves and Fruits Extracts. International journal of Tropical Medicine, 2 (3), 96-100.




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/cr.v6i3.999

Article metrics

Abstract views : 1621 | views : 590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

Creative Commons License
Care :Jurnal Ilmiah Ilmu kesehatan by https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats