KAITAN PENDIDIKAN,PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH

Ronasari Mahaji Putri, Wahidyanti Rahayu H, Neni Maemunah

Abstract


Kondisi gizi badan akibat asupan makan dalam waktu yang lama disebut status gizi.Selain faktor gizi dan penyakit, pendidikan dan pekerjaan orang tua juga memberikan kontribusi secara tidak langsung dalam status gizi balita. Balita yang mempunyai orang tua berpendidikan tinggi dan mempunyai pekerjaan yang baik cenderung mempunyai status gizi yang baik pula. Penelitian bertujuan mengetahui kaitan ’pendidikan, pekerjaan orang tua dengan status (gizi) anak pra sekolah. Pendekatan menggunakan cross sectional., merupakan penelitian observasional. Total anak prasekolah di Pesantren AlMadaniyah dengan sampel sejumlah 42 anak.Pengambilan sampel dengan menggunakan “accidental “sampling . Timbangan berat badan versi digital, metline serta kuesioner, microtoice digunakan sebagai instrumen. Analisa menggunakan SPSS versi17 dan uji spearman. Rank.Hasil penelitian diketahui bahwa hampir setengah pendidikan ayah responden adalah sarjana yakni 15 orang (35,7%); hampir setengahnya pendidikan ibu responden sarjana yakni 15 orang (35,7%). hampir setengahnya pekerjaan ayah responden adalah swasta yakni 15 orang (35,7%) : sebagian besar ibu responden tidak bekerja yakni 28 orang (66,7%) dan sebagian besar 93,9% anak bergizi normal.Disimpulkan tidak ada hubungan pendidikan, pekerjaan ayah dan ibu dan status gizi anak pra sekolah

Keywords


orang tua, pendidikan, pekerjaan, status gizi anak

Full Text:

PDF

References


Abraham, Rudolph, dkk.(2006). Buku Ajar Pediatric Rudolph. Jakarta : EGC.

Berg.(1986).Pendidikan Untuk Gizi Yang Lebih Baik.Peranan Gizi Dalam Pembangunan Nasional. Jakarta: Rajawali

Cakrawati, D dan Mustika, N.H. (2012). Bahan Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Depkes RI. (2002). Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan MasyarakatDepkes,2000

Gibson EL, Wardle J & Watts CJ.(1998). Fruit and vegetable consumption, nutritional knowledge and beliefs in mothers and children. Appetite 31, 205–228.

Glick, Peter.(2002). Women’s Employment and Its Relation to Children’s Health and Schooling in Developing. Cornel University, September 2002.

Haapalahti M, Mykkanen H, Tikkanen S et al. (2002). Meal patterns and food use in 10- to 11-year-old Finnish children. Public Health Nutr 6, 365–370.

Ikhsan, A dan Ishak, M. (2005). Akuntansi Keperilakuan. Salemba empat. Jakarta

J Wardle (1995) Parental influences on children's diets. Proc Nutr Soc 54, 747-758.10. 1079/ PNS1995007 48643712

Lazzeri, G., Casorell, A., Giallombardo, D., Grasso, A., Guidoni,C., Menoni. E., Giacchi, M. (2006). Nutritional Surveillance in Tuscany: Maternal Perception of Nutrional Status of 8-9 Y-Old School-Children. Jurnal of Preventive Medicine And Hygiene 47:16-21

Nicklas TA, Baranowski T, Baranowski JC et al. (2001) Family and child-care provider influences on preschoool children’s fruit, juice and vegetable consumption. Nutr Rev 59, 224–235.

Pahlevi, A.E.(2012). Determinan Status Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2:122-126.

Proverawati Atikah, & Ismawati Cahyo, S. (2010). BBLR : Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika

Rasmussen M, Krolner R, Klepp K et al. (2006). Determinants of fruit and vegetable consumption among children and adolescents: a review of the literature. Part 1: quantitative studies. Int J Behav Nutr Phys Act 3, 22.

Rina, A. (2008). Konsumsi Pangan, Status Gizi dan Prestasi Belajar Pada Siswa- Siswi SMA Assalaam Surakarta (Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga). [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Rozali,N.(2016).Peranan Pendidikan, Pekerjaan Ibu dan Pendapatan Keluarga Terhadap Status Gizi Balita di Posyandu RW 24 dan 08 Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan Kota Surakarta.Skripsi.Tidak dipublikasikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Sihadi.(2000). Anak Gizi Buruk, Tanggung Jawab Siapa?. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta

Soetjiningsih.(1995).Tumbuh Kembang Anak.Jakarta:EGC.

Story M, Neumark-Sztainer D & French S (2002) Individual and environmental influences on adolescent eating behaviours.J Am Diet Assoc 102, 40–51

Supariasa.2002.Penilaian Status Gizi. Jakarta:EGC

Variyam JN, Blaylock J, Lin B et al. (1999). Mother’s nutrition, knowledge and children’s dietary intakes. Am J Agric Econ 81, 373–384.2046 VL Cribb et al.

Vereecken C & Maes L. (2000).Eating habits, dental care and dieting. In Health and Health Behaviour Among Young People. AWHO Cross-National Study (HBSC) International Report, pp. 89–93 [C Currie, K Hurrelmann, W Settertobulte et al., editors]. Copenhagen: WHO Regional Office for Europe.

Wardle J (1995) Parental influences on children’s diet. Proc Nutr Soc 54, 747–758.

Bellisle F & Rollan-Cachera MF (2000) Three consecutive(1993, 1995, 1997) surveys of food intake, nutritional attitudes and knowledge, and lifestyle in 1000 French children, aged 9–11 years. J Hum Nutr Diet 13, 101–111.

Wong,Donna L.(2004).Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Edisi 4.Jakarta :EGC.

Worsley.(2002).Nutrition Knowledge and Food Consumption: Can Nutrition Knowledge Change Food Behaviour? Asia Pac J Clin Nutr 11, Suppl. 3, S579-S585. 10.1046 /j.1440-6047.11.supp3.7.x12492651




DOI: http://dx.doi.org/10.33366/cr.v5i2.841

Article metrics

Abstract views : 266 | views : 3321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan

Creative Commons License
Care :Jurnal Ilmiah Ilmu kesehatan by https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/care is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats